Kamis, 03 Februari 2011

Add caption
                   bahaya merokok

Setiap kali menghirup asap rokok, entah sengaja atau tidak, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Merokok mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.
Saat ini jumlah perokok, terutama perokok remaja terus bertambah, khususnya di negara-negara berkembang. Keadaan ini merupakan tantangan berat bagi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bahkan organisasi kesehatan sedunia (WHO) telah memberikan peringatan bahwa dalam dekade 2020-2030 tembakau akan membunuh 10 juta orang per tahun, 70% di antaranya terjadi di negara-negara berkembang.
Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.
Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan oleh banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.
Penelitian terbaru juga menunjukkan adanya bahaya dari secondhand-smoke, yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok, atau biasa disebut juga dengan perokok pasif.
ZAT KIMIA
Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).
Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen).
NIKOTIN
Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia berkadar nikotin 17 mg per batang.
TIMAH HITAM (Pb)
Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!
GAS KARBONMONOKSIDA (CO)
Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15 persen. Berlipat-lipat!
TAR
Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 – 45 mg.
DAMPAK PARU-PARU
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.
Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM). Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.
Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.
Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.
DAMPAK TERHADAP JANTUNG
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.
Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.
Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.
Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.
Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.
Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.
Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah. Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.
PENYAKIT JANTUNG KORONER
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.
Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.
Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan. Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.
PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.
PENYAKIT (STROKE)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.
Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.
Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain. Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.
Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.
KEBIASAAN MEROKOK
Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat. Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.
Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok. Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.
Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.
GERBANG NARKOBA
Akibat kronik yang paling gawat dari penggunaan nikotin adalah ketergantungan. Sekali seseorang menjadi perokok, akan sulit mengakhiri kebiasaan itu baik secara fisik maupun psikologis. Merokok menjadi sebuah kebiasaan yang kompulsif, dimulai dengan upacara menyalakan rokok dan menghembuskan asap yang dilakukan berulang-ulang.
Karena sifat adiktifnya (membuat seseorang menjadi ketagihan) rokok dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM IV) dikelompokkan menjadi Nicotine Related Disorders. Sedangkan WHO menggolongkannya sebagai bentuk ketagihan. Proses farmakologis dan perilaku yang menentukan ketagihan tembakau sama dengan proses yang menimbulkan ketagihan pada obat, seperti heroin dan kokain.
Nikotin mempunyai sifat mempengaruhi dopamin otak dengan proses yang sama seperti obat-obatan tersebut. Dalam urutan sifat ketagihan zat psikoaktif, nikotin lebih menimbulkan ketagihan dibanding heroin, kokain, alkohol, kafein dan marijuana. Menurut Flemming, Glyn dan Ershler merokok merupakan tingkatan awal untuk menjadi penyalahguna obat-obatan (drug abuse). Mencoba merokok secara signifikan membuka peluang penggunaan obat-obatan terlarang di masa yang akan datang.
Berdasarkan data epidemiologi diketahui kurang lebih 20% dari perokok memiliki risiko delapan kali menjadi penyalahguna NAPZA, dan berisiko sebelas kali untuk menjadi peminum berat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Perhatian khusus mengenai masalah ini dikaitkan dengan meningkatnya jumlah perokok remaja.
Menangani masalah kebiasaan merokok pada remaja diharapkan dapat mencegah masalah yang akan timbul dikemudian hari berkaitan kebiasaan tersebut, salah satunya adalah pencegahan penyalahgunaan narkoba. Menurut Teddy Hidayat, Spesialis Kedokteran Jiwa, Remaja yang berisiko tinggi adalah remaja-remaja yang memiliki sifat pemuasaan segera, kurang mampu menunda keinginan, merasa kosong dan mudah bosan, mudah cemas, gelisah, dan depresif.
Pemahaman tentang kebiasaan merokok dan kecenderungan sifat kepribadian seseorang akan sangat membantu upaya menghentikan kebiasaan yang merugikan tersebut. Untuk pencegahan kebiasaan merokok pada anak-anak dan remaja. Orang tua serta guru memegang peranan besar untuk mengawasi, memberikan informasi yang benar dan yang terpenting tidak menjadi contoh perilaku individu yang ketagihan kebiasaan merokok.
GANGGU KESEHATAN JIWA
Merokok berkaitan erat dengan disabilitas dan penurunan kualitas hidup. Dalam sebuah penelitian di Jerman sejak tahun 1997-1999 yang melibatkan 4.181 responden, disimpulkan bahwa responden yang memilki ketergantungan nikotin memiliki kualitas hidup yang lebih buruk, dan hampir 50% dari responden perokok memiliki setidaknya satu jenis gangguan kejiwaan. Selain itu diketahui pula bahwa pasien gangguan jiwa cenderung lebih sering menjadi perokok, yaitu pada 50% penderita gangguan jiwa, 70% pasien maniakal yang berobat rawat jalan dan 90% dari pasien-pasien skizrofen yang berobat jalan.
Berdasaran penelitian dari CASA (Columbian University`s National Center On Addiction and Substance Abuse), remaja perokok memiliki risiko dua kali lipat mengalami gejala-gejala depresi dibandingkan remaja yang tidak merokok. Para perokok aktif pun tampaknya lebih sering mengalami serangan panik dari pada mereka yang tidak merokok Banyak penelitian yang membuktikan bahwa merokok dan depresi merupakan suatu hubungan yang saling berkaitan. Depresi menyebabkan seseorang merokok dan para perokok biasanya memiliki gejala-gejala depresi dan kecemasan (ansietas).
Sebagian besar penderita depresi mengaku pernah merokok di dalam hidupnya. Riwayat adanya depresi pun berkaitan dengan ada tidaknya gejala putus obat (withdrawal) terhadap nikotin saat seseorang memutuskan berhenti merokok. Sebanyak 75% penderita depresi yang mencoba berhenti merokok mengalami gejala putus obat tersebut. Hal ini tentunya berkaitan dengan meningkatnya angka kegagalan usaha berhenti merokok dan relaps pada penderita depresi.
Selain itu, gejala putus zat nikotin mirip dengan gejala depresi. Namun, dilaporkan bahwa gejala putus obat yang dialami oleh pasien depresi lebih bersifat gejala fisik misalnya berkurangnya konsentrasi, gangguan tidur, rasa lelah dan peningkatan berat badan).
Nikotin sebagai obat gangguan kejiwaan Merokok sebagai salah satu bentuk terapi untuk gangguan kejiwaan masih menjadi perdebatan yang kontroversial. Gangguan kejiwaan dapat menyebabkan seseorang untuk merokok dan merokok dapat menyebabkan gangguan kejiwaan, walau jumlahnya sangat sedikit, sekitar 70% perokok tidak memiliki gejala gangguan jiwa.
Secara umum merokok dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi, menekan rasa lapar, menekan kecemasan, dan depresi. Dalam beberapa penelitian nikotin terbukti efektif untuk pengobatan depresi. Pada dasarnya nikotin memberikan peluang yang menjanjikan untuk digunakan sebagai obat psikoaktif. Namun nikotin memiliki terapheutic index yang sangat sempit, sehingga rentang antara dosis yang tepat untuk terapi dan dosis yang bersifat toksis sangatlah sempit.
Sehingga dipikirkan suatu bentuk pemberian nikotin tidak dalam bentuk murni tetapi dalam bentuk analognya. Namun, kerangka pemikiran pemberian nikotin sebagai obat tidaklah dalam bentuk kebiasaan merokok. Seperti halnya morfin yang digunakan sebagai obat analgesik kuat (penahan rasa sakit), pemberiannya harus dalam pengawasan dokter. Gawatnya, saat ini nikotin bisa didapatkan dengan bebas dan mudah dalam sebatang rokok, hal ini perlu diwaspadai karena kebiasaan merokok tidak lantas menjadi sebuah pembenaran untuk pengobatan gejala gangguan kejiwaan.
SISTIM REPRODUKSI
Studi tentang rokok dan reproduksi yang dilakukan sepanjang 2 dekade itu berkesimpulan bahwa merokok dapat menyebabkan rusaknya sistim reproduksi seseorang mulai dari masa pubertas sampai usia dewasa
Pada penelitian yang dilakukan Dr. Sinead Jones, direktur The British Medical Assosiation’s Tobacco Control Resource Centre, ditemukan bahwa wanita yang merokok memiliki kemungkinan relatif lebih kecil untuk mendapatkan keturunan.
pria akan mengalami 2 kali resiko terjadi infertil (tidak subur) serta mengalami resiko kerusakan DNA pada sel spermanya. Sedangkan hasil penelitian pada wanita hamil terjadi peningkatan insiden keguguran. Penelitian tersebut mengatakan dari 3000 sampai 5000 kejadian keguguran per tahun di Inggris, berhubungan erat dengan merokok.
120.000 pria di Inggris yang berusia antara 30 sampai50 tahun mengalami impotensi akibat merokok. Lebih buruk lagi, rokok berimplikasi terhadap 1200 kasus kanker rahim per tahunnya.
WANITA MEROKOK, MENOPAUSE DINI
Perempuan yang merokok sangat mungkin untuk mulai memasuki masa menopause sebelum usia 45 tahun dan juga membuat mereka menghadapi resiko osteoporosis dan serangan jantung, demikian laporan beberapa peneliti Norwegia.
“Di antara sebanyak 2.123 perempuan yang berusia 59 sampai 60 tahun, mereka yang saat ini merokok, 59% lebih mungkin mengalami menopause dini dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok,” kata Dr. Thea F. Mikkelsen dari University of Oslo dan rekannya.
Bagi perokok paling berat, resiko menopause dini hampir dua kali lipat. Namun, perempuan yang dulunya merokok, tapi berhenti setidaknya 10 tahun sebelum menopause, pada dasarnya kurang mungkin untuk berhenti menstruasi dibandingkan dengan perokok sebelum usia 45 tahun.
Ada bukti bahwa merokok belakangan dalam kehidupan membuat seorang perempuan lebih mungkin untuk mengalami menopause dini, sedangkan perokok yang berhenti sebelum berusia setengah baya mungkin tak terpengaruh, kata Mikkelsen dan timnya di dalam jurnal Online, BMC Public Health.
Mereka meneliti hubungan lebih lanjut dan menetapkan apakah menjadi perokok pasif juga mungkin mempengaruhi waktu menopause. Para peneliti tersebut mendapati bahwa hampir 10% perempuan memasuki menopause sebelum usia 45 tahun.
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Menurut Menkessos, pertumbuhan yang sangat cepat ini membuat Indonesia diperkirakan akan mencapai rekor, terutama dengan berbagai masalah kesehatan yang cukup berat, di antaranya berkaitan dengan rokok. Sementara itu diakui Menkessos, larangan membatasi aktivitas merokok di tempat umum masih belum bisa dilakukan lebih tegas.
Meski PP nomor 81/1999 yang diperbarui dengan PP 38/2000 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan sudah diberlakukan, tetapi diakui pula, law enforcement-nya belum ada sehingga belum memiliki kekuatan.
detikcomTingginya target penerimaan negara dari cukai rokok yang mencapai Rp 17 triliun pada anggaran 2001 dinilai telah menyebabkan pemerintah tidak konsisten menegakkan PP No.38/2000 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan.
Komisi VII DPR mendesak untuk mengatur masalah rokok itu dibuat dalam bentuk UU, sehingga masyarakat akan mempunyai posisi tawar yang cukup kuat. Disamping itu, DPR akan dapat melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemerintah maupun industri rokok.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akan menindak tegas perusahaan rokok yang menayangkan iklan rokok di media elektronik di bawah pukul 21:30 waktu setempat. “Bila teguran ini tidak diindahkan, BPOM akan melakukan upaya hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya. Iklan rokok yang melanggar ketentuan PP No.81 tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan dan PP No.38 tahun 2000 tentang Perubahan Atas PP no 81 tahun 1999 akan dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100 juta. Penerimaan cukai rokok pada tahun 2000 mencapai Rp 10,27 triliun, sedangkan belanja kesehatan akibat merokok sesuai data dari Ditjen POM Depkes pada tahun yang sama mencapai Rp 11 triliun.
Menggunakan Bahasa Inggris Guna Menjadi Bagian Dari Komunitas Global
Add caption

Sebagai salah satu pemimpin global dalam industri pharmasi dan perawatan kesehatan, 
Bristol-Myers Squibb Thailand memiliki komitmen terhadap pengembangan staff mereka. Sebagian besar dari pengembangan ini termasuk upaya meningkatkan ketrampilan berbahasa Inggris para staff yang akan membantu mereka berkomunikasi dengan rekan kerja, klien, dan para penjual di seluruh dunia. Sejak Karena Bristol-Myers Squibb melihat kemahiran berbahasa Inggris sebagai persyaratan kunci bagi manajer mereka, mereka memerlukan suatu cara untuk mengidentifikasi tingkat ketrampilan yang ada, dan meningkatkannya sesuai dengan keperluan.
Sejak 1997, Bristol-Myers Squibb Thailand telah menggunakan tes TOEIC untuk mengembangkan ketramplan bahasa Inggris para manajer hingga tingkat yang layak. TOEIC membantu mendorong pengembangan ini dan menunjukkan tingkat ketrampilan berbahasa Inggris yang ada di dalam organisasi itu.
Tes tersebut telah begitu berhasil; perusahaan berencana memperluas penggunaannya termasuk pula pada penerimaan karyawan baru

crop circle

Crop Circle Bermula dari Kisah The Mowing-Devil

Kemunculan crop circle di Yogyakarta membuat heboh publik Tanah Air. Padahal sejatinya fenomena semacam itu telah ada sejak 1678 silam di wilayah Hartfordshire, Inggris.

Kendati demikian, belum ada yang tahu kapan awal mula munculnya crop circle. Kisah kemunculan crop circle di Inggris pada 1678 hanya sebuah cerita berdasarkan pamflet yang beredar dengan judul The Mowing-Devil.

Dikutip dari laman Wikipedia, pamflet tersebut bercerita tentang seorang pemilik lahan yang menolak membayar ongkos yang ditawarkan para buruh tani untuk membajak tanahnya. Sang pemilik lahan menilai upah yang diminta para buruh kelewat mahal. Dia kemudian melontarkan sindiran lebih baik membayar setan ketimbang menuruti permintaan para buruh tani.

Pada malam sesudah percakapan antara pemilik lahan dengan buruh tani tersebut, sawah milik petani tersebut seolah-olah terbakar. Namun di pagi harinya ketika diperiksa, sawah tersebut malah kelihatan sudah dibajak dengan baik.

Kendati tidak bisa diyakini kebenaran ceritanya, namun pamflet beserta gambar ilustrasi The Mowing-Devil kemudian ditahbiskan sebagai kasus crop circle pertama yang tercatat dalam sejarah. Crop circle sendiri didefinisikan sebagai pola terukur dalam berbagai bentuk dengan cara meratakan tanaman

 

Kamis, 06 Januari 2011

Judul Bulan Sabit di Atas Eiffel : Perjalanan Batin Seorang Musisi Mualaf Prancis  
No. ISBN 9789791738507 
Penulis Abd al Malik (Regis Fayette Mikano) 
Penerbit Mizan 
Tanggal terbit Mei - 2008 
Jumlah Halaman 240 
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Islam 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·
Lokasi Stok gudang penerbit
  

SINOPSIS BUKU - Bulan Sabit di Atas Eiffel : Perjalanan Batin Seorang Musisi Mualaf Prancis
Régis menjalani masa kecil yang kelam. Dari tanah airnya, Kongo, keluarganya menuju Prancis demi mengejar impian ayahnya. Ternyata sang ayah malah menelantarkan mereka. Tinggallah sang ibu terpaksa seorang diri membesarkan enam anak di kawasan kumuh yang rawan kejahatan.

Meskipun tergolong cerdas, Régis tidak luput dari pengaruh lingkungannya. Dia pernah mencoba segala macam kejahatan: mencopet, menjambret, mencuri, bahkan menjadi pengedar narkotika. Meskipun demikian, hati kecilnya selalu gelisah mencari makna hidup. Sebagian jawaban ditemukannya melalui musik rap yang dapat menyuarakan protesnya terhadap dunia. Namun, kedamaian batin baru dia rasakan setelah mengenal Islam. Régis pun menjadi Abd al Malik.

Menjadi Muslim bukanlah akhir pencariannya. Awalnya dia mantap dengan pilihannya bergabung dengan sebuah kelompok Islam puritan. Seiring waktu dan karirnya yang semakin menanjak, bertambah tajam benturan antara iman dan karya musiknya.

Haramkah musik yang dia mainkan? Haruskah dia memilih antara musik dan agamanya? Dia juga merasa paham Islam yang diikutinya terlalu eksklusif dan sempit. Abd al Malik melakukan pengembaraan intelektual, berdialog dengan tokoh-tokoh Muslim seperti Tariq Ramadan, Yusuf Islam (Cat Stevens), hingga ke Maroko dan bergabung dengan tarekat Sufi. Akhirnya Abd al Malik merasa menemukan apa yang dicarinya: Islam yang menebarkan kasih sayang dan menghargai keindahan karya manusia.

***

"Islam membuat Abd al Malik berhasil menemukan jati diri dan bangkit setelah mengalami masa paling suram."
- Tempo, 18 Desember 2005

***

- Pemenang Prix Laurence Trân 2004
Penghargaan bagi Karya Penulis Muda yang Berkontribusi bagi Hubungan Antar-Budaya
Abd al Malik adalah rapper Prancis yang menjunjung tinggi moral.
─ BBC London  
Tips agar kita bisa menghilangkan rasa patah hati atau patah cinta entah karena kita ditolak cewek atau baru putus sama pacar kita.
  • Tips yang pertama dari pakar cinta di Indonesia ini adalah manjakan diri anda dengan melakukan aktivitas atau kegiatan yang merupakan hobi anda. Manjakan diri anda dengan hobi-hobi yang anda senangi. Contoh : Jika anda saat ini putus cinta, segera saja lakukan hobi anda. Entah itu sepak bola, nge-net, nge-blog, atau makan maka dijamin 75% kesedihan anda akan berkurang. Asli deh top markotop tips saya =P~.
  • Tips keduanya adalah lakukan Instropeksi diri dengan merenung sendirian. Apa yang membuat anda tadi patah cinta atau patah hati. Coba anda flash back (waduh bahasanya si bocah) apa yang membuat anda putus dengan pacar anda atau apa yang membuat anda ditolak cewek ( kalo saya ditolak karena modal kurang gede ). Nah dengan merenung dan instropeksi diri maka anda tidak akan mengulangi kesalahan anda 2 kali deh. Jadi untuk kisah cinta anda yang berikutnya bisa dibilang “Good bye patah hati”
  • Tips ketiganya adalah anda pergi dengan teman-teman anda yang bisa membuat anda senang atau bisa dikatakan humoris (Kayak saya dan kumpul). Kalo soal pergi kemana, itu terserah anda saja. Kalo anda ingin pergi ke masjid ya oke, ke mall oke pokoknya yang penting itu tempat yang bisa membuat anda enjoy.
  • Tips Keempatnya adalah Curhat dengan orang yang anda percaya. (Kalo ini ga perlu dokter bayu jelasin pasti adik-adik udah tahu siapa teman yang adik-adik percaya :)))
  • Tips Kelimanya adalah Jangan pernah mencari pelarian cinta. :-SS:-SSJangan coba-coba yang satu ini. Karena jika anda mencari pelarian cinta (emang cinta bisa lari om) yang ada anda malah menghancurkan perasaan seseorang yang anda buat pelarian. Dan hal ini akan jadi masalah baru yang rumit.
  • Tips Keenamnya adalah Anda sadari saja kalo setiap yang nyambung suatu saat akan putus maksudnya disini anda harus menyadari kalo memang Putus cinta itu resiko. Selain itu ditolak cinta anda itu emang resiko, siapa suruh anda nembak kalo udah tahu ditolak=)):)):((.
Ya udah cuman itu aja tips saya untuk menghilangkan rasa patah hati, patah cinta saat anda putus cinta atau ditolak. Kalo saya mendingan melihat apa yang kita cintai berbahagia daripada melihat ia sedih saat bersama kita. Jadi biarkan Ia terbang mencari kebahagiaan yang ia impikan. Jangan saat Ia terbang anda menembaknya sehingga ia jatuh pada jurang kesedihan bersama anda. Wew….kok jadi ngelantur.

Kamis, 14 Oktober 2010

               Saat Dunia Tahu Aku Jatuh
Setahun yang lalu kuberjalan dengan gagahnya
Setahun yang lalu kuberjalan dengan congkaknya
Kepala kutengadahkan ke atas
Aku berhasil……kataku saat itu
Setahun yang lalu kupandang semua dengan mudah
Setahun yang lalu kulihat semua dengan mata sebelah
Namun apa yang terjadi…
Tuhan menamparku…
Tuhan mencambukku…
Tiba-tiba aku gagal…
Tiba-tiba aku jatuh…
Aku tersesat…..karena congkakku…
Aku hilang arah…..karena kebodohanku…
Dunia tahu aku jatuh…
Kolega pun tahu aku gagal…
Putus asa ku…
Hilang keyakinanku…
Sekarang dunia [...]

Best Friend?, Arti Sahabat Sejati

Tania, perwujudan remaja belasan tahun yang kalem, manis, dan sangat penurut. Hidupnya selalu dilingkupi kasih sayang orang tua serta kedua kakaknya. Her life seems pretty fine. Tania selalu jadi yang nomor satu dan menjadi kesayangan guru-guru karena kepintarannya. Sayang, kepintarannya justru menjadikan Tania pribadi yang terlalu serius, enggak asik dan kurang gaul.
Hingga suatu hari, Tania bertemu Moli, murid baru di kelas Tania. Sangat cuek, penampilan a la gothic, dan seperti hidup di dunianya sendiri. Keduanya dipasangkan duduk bersama. Moli tak seperti Tania yang hidup penuh kesempurnaan. Moli adalah produk dari gagalnya sebuah rumah tangga. Hidupnya terpaksa berpindah-pindah. Hari ini di rumah ayahnya, besok di rumah ibunya. Kebebasan yang ia dapat menjadikannya pribadi pemberontak dan bandel.
Tak disangka, Tania dan Moli yang berbeda karakter ini malah menjadi teman akrab. Tania yang merasa hidupnya sangat membosankan, perlahan menyukai Moli yang dianggap memiliki hidup yang sangat bebas. Merokok, clubbing, alkohol, bahkan Tania rela memangkas habis rambut panjangnya meniru gaya rambut Moli. Tania tak menyadari, Moli justru memberi pengaruh buruk baginya. Di titik paling akhir, Moli meninggalkan Tania yang harus berjuang sendirian menemukan jalan pulang kembali menjadi dirinya sendiri.
Ending film ini tidak tidak tergambar jelas di akhir ceritanya sehingga penonton harus menebak sendiri apa yang akan terjadi dengan kehidupan Tania dan Moli selanjutnya. Benarkah mereka merupakan sahabat sejati? Dan penggambaran simbol tanda tanya di belakang judul film ini adalah ingin mengajak kita untuk mendefinisikan sendiri tentang arti sahabat sejati.
Akting Risty Tagor dan Nikita Willy cukup memukau. Biarpun masih tergolong baru di dunia perfilman, tapi akting mereka patut diacungi jempol. Buat saya, Risty yang seorang mahasiswi terbukti sukses memerankan ABG yang berandal dan urakan. Nikita yang memerankan gadis belia seusianya juga sangat natural berakting. Penggambaran karakter dan seting filmnnya tidak berlebihan. Make up dan bahasa yang digunakan pun sudah pas dengan pasar yang dibidik yaitu remaja.
Film ini memang banyak menampilkan sisi negatif dari pergaulan remaja di ibu kota, misalnya ABG yang sudah mahir merokok, clubbing sampai menenggak alkohol dan narkotik. Tapi yang diharapkan, kita bisa menyaring inti dari film ini. Jadi, pas banget kalo film ini ditonton oleh remaja ditemani oleh orang tua. Tentunya, agar para orang tua juga bisa ikut menyelami gejolak kawula muda, apa yang tengah dirasakan dan dipikirkan oleh remaja sekarang ini.